Apa yang anda cari ?


CSS

Senin, 18 Juni 2012

Nabi Tersenyum, Ketika Umatnya Menyambut Bulan Ramadhan

·
Ramadhan bulan istimewa, sacral dan tiada duanya. Semua orang islam menunggu, dan berbahagia ketika memasuki detik-detik bulan sacral ini. Hal ini sudah menjadi fenomena, karena keutamaan dan kelebihan di dalamnya tidak dapat dibandingkan dengan bulan-bulan lainya. Nabi Sendiri menyebut bulan Ramadhan dengan ‘’Sahru Ummati’’ bulan bagi pengikutku. Seolah-olah, Nabi Saw ingin memberikan waktu terbaik kepada semua pengikutnya, agar supaya nilai ibadahnya dilipatgandakan, dan dosa yang pernah dilakukan mendapatkan ampunan.
Wajib bagi setiap umat Muhammad Saw, bersyukur kepada Allah Swt, karena sampai sekarang Allah Swt masih berkenan memberikan kesempatan untuk bisa menyambut bulan suci Ramadhan. Sebagaimana doa Nabi Saw yang artinya:’’Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban serta pertemukanlah kami dengan Ramadhan.” (HR. Ahmad dan Ath-Thabrani). Sekarang, kita tinggal menyambut detik-detik bulan mulia tersebut.
Rasa syukur itu tidak hanya diucapkan, tetapi harus dibuktikan dalam bentuk amal perbuatan. Dan, bulan ini merupakan kesempatan istimewa untuk mewujudkan rasa Syukur kita kepada Allah Swt. Penulis kitab al-Adzkaar, Syeh Imam Nawawi mengatakan:’’ketahuilah, dianjurkan bagi siapa saja yang mendapatkan suatu nikmat atau dihindarkan dari kemurkaan Allah, untuk bersujud syukur kepada Allah Ta’ala, atau memuji Allah (sesuai dengan apa yg telah diberikan-Nya).”
Tidak ada alasan bagi setiap umat islam untuk tidak bergembira dan berbahagia ketika menyambut datangnya bulan Ramadhan. Nabi Saw ketika memasuki bulan sacral ini, beliau sangat gembira dan berbahagia. Bahkan, kebahagian itu ditunjukan kepada orang-orang dekatnya. Beliau Saw bersabda:’’ “Telah datang pada kalian bulan Ramadhan, bulan Ramadhan bulan yang diberkahi, Allah telah mewajibkan atas kalian untuk berpuasa didalamnya. Pada bulan itu dibukakan pintu-pintu surga serta ditutup pintu-pintu neraka….” (HR. Ahmad). Tidurnya orang berpuasa menjadi ibadah, malamnya menjadi rahmat, puasanya mampu menembus ruang dan waktu, sehingga Allah-pun bangga dengan mereka yang sedang berpuasa menahan diri dari makan, minum, dan menahan birahinya karena Allah Swt.
Sudah saatnya, setiap orang yang memasuki bulan Ramadhan membuat langkah-langkah, agar supaya puasa dan ibadahnya berkualitas. Tidak berlebihan, jika selama bulan ini membuat rancangan ibadah, seperti; sholat tarawih, bersedekah, membaca al-Qur’an, melaksanakan sholat malam, duha, serta berbuat baik kepada tetangga, khususnya menyempurnakan ibadah puasa dengan menjaga lisan dan anggota tubuhnya.
Tidak sedikit, dari kita membuat program yang sangat bagus dan serius untuk urusan duniawi. Tetapi sangat sedikit dari kita yang membuat program yang disebutkan diatas. Ini sangat wajar, sebab masalah ibadah itu memang susah, tetapi bukan berarti tidak bisa dilakukan. Selama mau berusaha, insaAllah, semua rancangan kebaikan pada bulan ini bisa laksanakan dengan baik. Minimal, sholat tarwihnya berjalan lancar, walupun banyak kesibukan.
Jika rancangan itu bisa maksimal, pasti tuhan akan memberikan imbalan yang sangat luar biasa. Allah Swt berjanji, bahwa setiap orang yang benar-benar melaksanakan puasa karen Allah, dan menghidupkan malanya dengan qiyam, maka Allah Swt berjanji bahwa dosa-dosa yang pernah dilakukan akan dihapusnya. Ketika Allah mengatakan demikian, sudah pasti Allah tidak akan pernah mengingkari janji-Nya.
Agar supaya puasa lebih bermakan, alangkah indahnya selama bulan puasa, juga ikut menambah pengetahuan. Caranya ialah, banyak mendengarkan ceramah agama, atau membaca buku-buku agama, khususnya yang terkait dengan keluarga, ibadah. Dengan bekal itu, insaAllah, Ramadhan yang akan kita jalani semakin berkualitas dan penuh dengan makna. Sebab, setiap ibadah yang akan dilakukan mesti dilandasi dengan ilmu. Dan ilmu itu tidak akan bisa didapat, kecuali dengan belajar. Dan, bulan puasa inilah waktu paling tepat untuk menambah sebanyak-banyak ilmu agama itu.
Sudah menjadi kebiasaan manusia melakukan perbuatan-perbuatan maksiat, baik kecil maupun besar . Marilah kita berusaha dan berjanji dengan bertekad bulat, berusaha meninggalkan dosa-dosa dan kejelekan, serta bertaubat dengan sungguh-sungguh dari seluruh dosa, berhenti melakukannya serta tidak mengulanginya lagi. Sebab, yang demikian itu akan disukai oleh Allah Swt, dan menjadikan Nabi Saw tersenyum ketika melihat pengikutnya bertaubat mengakui kesalahan-kesalahanya. Sesungguhnya Allah Swt dzat yang menerima taubat, walaupun dosa-dosa manusia memenuhi langit dan bumi, tuhan-pun tidak perduli.
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Mari berpartisipasi dalam berkomentar,dengan diberikannya hak untuk menyatakan pendapat dan berbicara ,mari nyatakanlah pendapatmu tentang artikel diatas asalkan tidak berunsur SPAM/Penipuan,tidak berbau pornografi dan menggunakan bahasa yang ramah.

handapeunpost